Thursday, January 28, 2016

Zam'ul Qur'an


Penulisan Al-Qur’an


Proses penyampaian, pencatatan dan penulisan alquran hingga dikodifikasinya tulisan-tulisan tersebut dalam mushaf secara lengkap dan tersusun cecara tertib.

Pengumpulan Al-Qur’an


Menurut Subhi Shalih

Berarti menghafal (al-hafidz), mencatat dan menulis (al-kitabah)

Para Penulis Wahyu

  1. Khulafaur Rasyidin
  2. Muawiyyah
  3. Aban Ibn Said
  4. Khalid Ibn Walid
  5. Ubay Ibn Ka’ab
  6. Zaid Bin Tsabit
  7. Tsabit Ibn Qais

Masa Rasulullah

  1. Para penghapal alquran masih lengkap dan cukup banyak, oleh karena itu jauh dari kemungkinan ada upaya mengganggu autentitas alquran
  2. Pada masa ini, proses turunnya alquran masih berlangsung, oleh karena itu alquran baru bisa dibukukan dalam satu mushaf setelah Nabi SAW wafat.
  3. Selama proses turunya Wahyu, masih terdapat kemungkinan adanya ayat-ayat yang Mansukh, sedangkan tertib ayat dan urutanny suratnya pun tidak seperti tartib nuzulnya.
  4. Penulisan pada masa Nabi SAW melalui Al-Jamuu Fi Al Shudur dan Al-Jamu Fi Al-Suthur.

Masa Abu Bakar As Shiddiq

  1. Terjadinya tragedi di Bi’r Ma’unah dan perang Yamamah yang menyebabkan banyaknya penghafal alquran yang gugur
  2. Seluruh ayat alquran ditulis dalam satu mushaf berdasarkan penelitian secara cermat
  3. Tidak termasuk di dalamnya ayat-ayat alquran yang telah dinasakh bacaanya
  4. Seluruh ayat alquran yang ditulis di dalamnya telah diakui kemutawatirannya

Cara Penyeleksian Tulisan Alquran Masa Abu Bakar

  1. Ayat-ayat alquran yang ditulis harus bersumber dari tulisan yang ditulis di hadapan Rasullah pada saat turunnya
  2. Sumber tulisan yang ditulis di hadapan Nabi itu harus ditunjang dengan saksi yaitu hapalan dari dua orang sahabat

Utsman Bin Affan

  1. Ayat-ayat yang ditulis seluruhnya berdasarkan riwayat yang mutawatir berasal dari Nabi SAW
  2. Tidak dijumpai ayat-ayat yang telah Mansukh bacaanya
  3. Surat-surat dan ayat-ayat disusun secara sistematis sebagaimana yang terlihat sekarng
  4. Tidak terdapat selain ayat-ayat alquran yang diwahyukan oleh Alloh
  5. Mushaf-mushaf yang ditulis pada masa Utsman mencakup Sab’ah Ahruf sebagaimana al-qur’an diturunkan.

Cara Penyeleksian Tulisan Alquran Masa Utsman Bin Affan

  1. Para penulis tidak dilarang menulis tulisan kecuali tulisan yang benar-benar asli alquran sesuiai dengan bacaan pada pengecekan yang terakhir oleh malaikat Jibril kepada Nabi SAW
  2. Tidak menulis tanda-tanda baca untuk memberi peluang para pembaca menggunakan “bacaan yang tujuh”
  3. Menulis mushaf sebanyak lima eksemplar untuk disebarkan ke beberapa kota dan untuk dijadikan buku/rujukan. Karena itu ia disebut Mushaf Al-Imam
  4. Jika terjadi perselisihan di antara penulis tentang bacaan alquran, maka ia harus menulis dengan Bahasa Quraisy karena alquran diturudengan Bahasa Quraisy

Tim Penyalin Mushaf Masa Utsman Bin Affan

  1. Zaid Bin Tsabit
  2. Abdullah Bin Zubair
  3. Sa’id Ibn Ash
  4. Abdurahman Ibn Harits
sumber: catatan siska semester satu dengan dosen Bu Fitroh

Nuzulul Qur'an


Pengertian


Secara Bahasa: Nuzul berarti turunnya alquran.

Cecara Istilah: Alloh mengajarkan alquran kepada malaikat jibril baik mengenai bacaannya maupun pemahamannya, lalu Jibril menyampaikannya kepada Nabi Muhammad SAW yang berada di bumi.

Cara dan Masa Nuzul Al-Qur’an


  1. Tahap 1: Alloh menurunkan alquran ke lawh mahfudz secara sekaligus. Qs. Al-Buruj:21-22
  2. Tahap 2: Diturunkan dari Lawh Mahfudz ke langit dunia (bait al-izzah) secara sekaligus. Qs. Al Baqarah: 185, Qs. Ad-Dukhan: 2, Qs. Al-Qadr: 1
  3. Tahap 3: Alquran diturunkan dari bait al izzah ke bumi (Nabi Muhammad SAW) secara berangsur-angsur. Qs. Al-Isra:106, Qs. Al-Furqan: 32

Hikmah Diturunkan Alquran Secara Berangsur-angsur


  1. Untuk meneguhkan hati Nabi Muhammad SAW dalam melaksanakan misinya. (qs. Al-Furqan:32) dan juga untuk menghibur hati beliau dalam menghadapi kesulitan, kesedihan dan perlawanan orang kafir (Qs. Al-Ahqof: 5)
  2. Untuk memudahkan Nabi Muhammad SAW dalam menghapal alquran.
  3. Agar mudah dimengerti dan dilaksanakan segala isinya oleh umat islam
  4. Untuk meneguhkan dan menghibur umat Nabi Muhammad SAW yang hidup pada jaman Nabi SAW
  5. Untuk memberikan kesempatan sebaik-baiknya kepada umat islam untuk meninggalkan sikap mental dan tradisi jahiliyah yang negatif secara berangsur.

sumber: catatan siska semester satu dengan dosen Bu Fitroh


Al-Qur'an


Pengertian Al-Qur’an


Definisi Menurut Subhi Al-Shalih

Alquran adalah firman Alloh yang bersifat/berfungsi mukjizat (sebagai bukti kebenaran atas keNabian Muhammad) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, yang tertulis di dalam mushaf-mushaf, yang dinukil/diriwayatkan dengan jalan mutawatir, dan yang dipandang beribadah membacanya.

Nama Lain Al-Qur’an


  1. Al-Quran, Qs. 2:185
  2. Al-Furqan, Qs. 25:1
  3. Al-Kitab, Qs. 16:89
  4. Al-Dzikra, Qs. 15:8

Sifat


  1. Nur (Cahaya), Qs. 4:174
  2. Huda (Petunjuk), Syifa (Obat), Rahmah (Rahamat), Dan Mauizah (Nasihat), Qs. 10:57
  3. Mubin (Yang Menerangkan), Qs. 5:15
  4. Mubarak (Yang Diberkati), Qs. 6:92
  5. Aziz (Yang Mulia), Qs. 41:41
  6. Majid (Yang Dihormati), Qs. 85:21
  7. Basyir, Nazir, Qs. 41:3-4

Hadits


  1. Hadits Qudsi adalah hadis yang oleh Nabi SAW disandarkan kepada Alloh.
  2. Hadits Nabawi adalah apa saja yang disandarkan kepada Nabi SAW baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan atau sifat.

Perbedaan Quran dan Hadits


  1. Al-Qur’an

  1. Diturunkan dengan Bahasa dan maknanya dari Alloh.
  2. Tidak boleh diriwayatkan dengan maknanya saja, sebab bisa mengurangi atau menghilangkan mukzijat alquran sendiri.
  3. Baik lafadz maupun maknanya merupakan mukjizat.
  4. Diperintahkan untuk dibaca.
  5. Diturunkan kepada Nabi dalam keadaan sadar.


  1. Hadits

  1. Diturunkan dengan maknanya saja dari Alloh, sedangkan lafadnya dari Nabi.
  2. Hadits boleh diriwayatkan dengan maksudnya saja.
  3. Hadits bukan merupakan mukjizat.
  4. Tidak diperintahkan untuk dibaca sebagai ibadah.
  5. Diturunkan kepada Nabi dengan bemacam-macam cara.

Perbedaan antara Alquran dengan Hadits Qudsi


  1. Alquran adalah kalam Alloh yang diwahyukan kepada rasululllah dengan lafalnya.
  2. Alquran adalah mukjizat sedangkan hadits qudsi bukan mukjizat.
  3. Alquran hanya dinisbahkan kepada Alloh, sedangkan hadits qudsi nisbahnya adalah nisbah kabar.
  4. Alquran dinukilkan secara mutawatir sedangkan hadits qudsi kepastiannya masih merupakan dugaan.
  5. Alquran lafal dan maknanya dari Alloh sedangkan hadits qudsi maknanya dari Alloh dan lafadnya dari Nabi SAW.

sumber: catatan siska semester satu dengan dosen Bu Fitroh

Ulumul Qur'an


Pengertian Ulumul Qur’an


Menurut Asy- Syuyuti

                Ilmu yang membahas tentang keadaan alquran dari segi hurufnya, sanadnya, adabnya dan makna-maknanya baik yang berhubungan dengan lafadz-lapadznya maupun yang berhubungan dengan hukum-hukumnya.

Menurut Az- Zarqoni

                Pembahasan-pembahasan yang berhubungan dengan alquran dari segi turunnya, urutan-urutannya, pengumpuannya, penulisannya, bacaannya, mukjizatnya, nasikh & mansukhnya dan penolakan atau bantahan terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan keragu-raguan terhadap alquran.

Manfaat Mempelajari Ulumul Qur’an


  1. Memiliki ilmu pengetahuan yang lurus tentang alquran, mulai dari nuzul Wahyu pertama kepada Nabi SAW sampai masa dibukukannya.
  2. Mengetahui cara dan gaya yang dipergunakan oleh para mufasir dalam menafsirkan alquran, termasuk mengetahu persyaratan-persyaratan yang harus diperlukan dalam menafsirkan alquran.
  3. Agar dapat memahami tujuan dan kandungan alquran sesuai dengan penjelasan dan ajaran Nabi SAW serta interpretasi-interpretasi para sahabat & tabiin terhadap alquran.

Cabang-cabang Ulumul Qur’an


Ilmu Riwayah

Ilmu yang diperoleh dengan cara periwayatan (naql). Yakni dengan cara menceritakan kembali atau mengutipnya seperti bentuk-bentuk qiraat, tempat-tempat nuzul alquran, waktu nuzulnya, sebab-sebab nuzulnya. Dapat diketahui melalui Ilmu Qiraat, Nuzul Al-qur’an, Asbabun Nuzul Al-qur’an.

Ilmu Dirayah

Ilmu alquran yang diperoleh dengan cara penelitian dan pengkajian. Seperti mengetahui lafal yang gharib (asing), makna-makna yang menyangkut hukum dan penafsiran-penafsiran ayat yang ditafsirkan. Dapat diketahui melalui Ilmu Gharib Al-qur’an, Ilmu Nasikh wal Mansukh.

sumber: catatan siska semester satu dengan dosen Bu Fitroh

Saturday, January 2, 2016

Khawatim Al-Suwar


Khawatim Al-Suwar
Pengertian
•Secara bahasa berarti penutup surat-surat alquran.
•Secara istilah berarti ungkapan yang menjadi penutup dari surat-surat alquran yang memberu isyarat berakhirnya pembicaraan sehingga merangsang untuk mengetahui hal-hal yang dibicarakan sesudahnya.

Macamnya
1.Penutup dengan mengagungkan Alloh (al-ta’zim). Contoh: Q.S. Al-Maidah:120
لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا فِيهِنَّ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

2.Penutup dengan anjuran ibadah dan tasbih seperti Q.S. Al-A’raf:206
إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ ۩
Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud.

3.Penutupan dengan pujian (al-tahmid), seperti Q.S. Al-Isra:111
وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا
Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.

4.Penutupan dengan doa, seperti Q.S. Al-Mu’minun:118
وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
Dan katakanlah: "Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik".

5.Penutupan dengan wasiat, seperti Q.S. Ar-Rum:60
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ
Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.

6.Penutupan dengan perintah dan masalah taqwa, seperti Q.S. Al-Imran:200
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

7.Penutupan dengan masalah kewarisan, seperti Q.S. An-Nisa:176
يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلَالَةِ ۚ إِنِ امْرُؤٌ هَلَكَ لَيْسَ لَهُ وَلَدٌ وَلَهُ أُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ ۚ وَهُوَ يَرِثُهَا إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهَا وَلَدٌ ۚ فَإِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ ۚ وَإِنْ كَانُوا إِخْوَةً رِجَالًا وَنِسَاءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۗ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ أَنْ تَضِلُّوا ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

8.Penutupan dengan janji dan ancaman, seperti Q.S. Al-Muzamil:20
۞ إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ ۚ عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ مَرْضَىٰ ۙ وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ ۙ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ۚ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

9. Penutupan dengan hiburan bagi Nabi, seperti Q.S. Al-Kafirun:6
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku".

10. Penutupan dengan sifat-sifat Al-Qur'an, seperti Q.S. Yusuf:111
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

11. Penutupan dengan bantahan (al-jadl), seperti Q.S. Ar-Ra'd:43
وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَسْتَ مُرْسَلًا ۚ قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَمَنْ عِنْدَهُ عِلْمُ الْكِتَابِ
Berkatalah orang-orang kafir: "Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul". Katakanlah: "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu, dan antara orang yang mempunyai ilmu Al Kitab".

12. Penutupan dengan ketauhidan, seperti Q.S. At-Taubah:129
فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Jika mereka berpaling (dari keimanan maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung".

13. Penutupan dengan kisah, seperti Q.S. Maryam:98
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هَلْ تُحِسُّ مِنْهُمْ مِنْ أَحَدٍ أَوْ تَسْمَعُ لَهُمْ رِكْزًا
Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorangpun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar?

14. Penutupan dengan asnjuran jihad, seperti Q.S. Al-Hajj:78
وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ ۚ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ ۖ فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

15. Penutupan dengan perincian maksud, sepooerti Q.S. Al-Fatihah:6-7
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

16. Penutupam dengan pertanyaan, seperti Q.S. Al-Mulk:30
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?".

sumber: catatan siska semester satu dengan dosen Bu Fitroh

Ilmu dan Sabar


Berikut ini adalah beberapa point penting mengenai ilmu & sabar:
1. Harus punya ilmu, yakni mengetahui sesungguhnya dengan yakin yang disertai bukti nyata (pustaka). Dengan memiliki ilmu otomatis kita akan bertambah wawasan, nah dari hal tersebutlah maka dengan ilmu kita akan hidup lebih baik. Karena segala-sesuatu itu ada ilmunya.
2. Pengamalan ilmu
"segala ilmu yang kita peroleh cobalah untuk mengamalkannya"
Ilmu yang kita peroleh janganlah jadi sekedar tahu belaka, akan tetapi harus diringi dengan perbuatan. Suatu teori tidak akan berguna jika tidak diaplikasikan. Maka dari itu ilmu akan bermanfaat jika disertai pengamalan.
3. Menyampaikan (medakhwahkan) sesuai dengan ketetapan alloh.
Jika suatu ilmu sudah didapat dan sudah dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maka akan bermanfaat bagi orang banyak jika kita saling berbagi ilmu. Tabligh merupakan amalan yang luar biasa besar, disana kita tak hanya membawa diri sendiri akan tetapi banyak orang. Ingatlah bahwa pahala berbagi ilmu itu tak akan pernah putus.
4. Sabar, yakni:
-sabar dalam menaati alloh
-sabar dalam minggalkan hal-hal yang diharamkan alloh
-sabar dalam menjalani takdir yang ditimpahkaan oleh alloh
Setelah kita bisa melakukan ketiga point di atas yang terakhir ini adalah yang harus dilakukan. Sabar di sini bukan berarti kita menunggu, akan tetapi pasrah atas apa yang telah kita usahakan dan kita serahkan kembali kepada sang Maha Pencipta.
"tidak ada pundak tanpa amanah dan amanah tidak pernah salah memilih pundak"
Artinya adalah bahwa alloh tahu kapasitas hambanya semakin banyak amanah tentu berarti kita dipercaya dan kepercayaan itu muncul tidak lain di lihat dari akhlaq kita. Bagaimana pun itu berarti bahwa kita memiliki kapasitas untuk mengemban amanah tersebut. Maka dari itu janganlah sia-siakan amanah yang telah diberilan kepada kita, karena amanah berarti kepercayaan.
"jika kita meluangkan waktu untuk alloh, maka alloh akan senantiasa menolong kita."
Jangan lupa ingat alloh disela kesibukan kita. Karena alloh sang pemilik segalanya. Atas kehendaknya kita hidup, jadi beryukur lah atas apa yang alloh berikan. Mengingat alloh merupakan salah satu bentuk syukur kita kepada-Nya.

sumber: catatan siska semester satu dengan pembimbing Teh Ica

Zam'ul Qur'an

Penulisan Al-Qur’an Proses penyampaian, pencatatan dan penulisan alquran hingga dikodifikasinya tulisan-tulisan tersebut dalam musha...