Penulisan Al-Qur’an
Proses
penyampaian, pencatatan dan penulisan alquran hingga dikodifikasinya
tulisan-tulisan tersebut dalam mushaf secara lengkap dan tersusun cecara
tertib.
Pengumpulan Al-Qur’an
Menurut Subhi Shalih
Berarti menghafal
(al-hafidz), mencatat dan menulis (al-kitabah)
Para Penulis Wahyu
- Khulafaur Rasyidin
- Muawiyyah
- Aban Ibn Said
- Khalid Ibn Walid
- Ubay Ibn Ka’ab
- Zaid Bin Tsabit
- Tsabit Ibn Qais
Masa Rasulullah
- Para penghapal alquran masih lengkap dan cukup banyak, oleh karena itu jauh dari kemungkinan ada upaya mengganggu autentitas alquran
- Pada masa ini, proses turunnya alquran masih berlangsung, oleh karena itu alquran baru bisa dibukukan dalam satu mushaf setelah Nabi SAW wafat.
- Selama proses turunya Wahyu, masih terdapat kemungkinan adanya ayat-ayat yang Mansukh, sedangkan tertib ayat dan urutanny suratnya pun tidak seperti tartib nuzulnya.
- Penulisan pada masa Nabi SAW melalui Al-Jamuu Fi Al Shudur dan Al-Jamu Fi Al-Suthur.
Masa Abu Bakar As Shiddiq
- Terjadinya tragedi di Bi’r Ma’unah dan perang Yamamah yang menyebabkan banyaknya penghafal alquran yang gugur
- Seluruh ayat alquran ditulis dalam satu mushaf berdasarkan penelitian secara cermat
- Tidak termasuk di dalamnya ayat-ayat alquran yang telah dinasakh bacaanya
- Seluruh ayat alquran yang ditulis di dalamnya telah diakui kemutawatirannya
Cara Penyeleksian Tulisan Alquran Masa Abu
Bakar
- Ayat-ayat alquran yang ditulis harus bersumber dari tulisan yang ditulis di hadapan Rasullah pada saat turunnya
- Sumber tulisan yang ditulis di hadapan Nabi itu harus ditunjang dengan saksi yaitu hapalan dari dua orang sahabat
Utsman Bin Affan
- Ayat-ayat yang ditulis seluruhnya berdasarkan riwayat yang mutawatir berasal dari Nabi SAW
- Tidak dijumpai ayat-ayat yang telah Mansukh bacaanya
- Surat-surat dan ayat-ayat disusun secara sistematis sebagaimana yang terlihat sekarng
- Tidak terdapat selain ayat-ayat alquran yang diwahyukan oleh Alloh
- Mushaf-mushaf yang ditulis pada masa Utsman mencakup Sab’ah Ahruf sebagaimana al-qur’an diturunkan.
Cara Penyeleksian Tulisan Alquran Masa
Utsman Bin Affan
- Para penulis tidak dilarang menulis tulisan kecuali tulisan yang benar-benar asli alquran sesuiai dengan bacaan pada pengecekan yang terakhir oleh malaikat Jibril kepada Nabi SAW
- Tidak menulis tanda-tanda baca untuk memberi peluang para pembaca menggunakan “bacaan yang tujuh”
- Menulis mushaf sebanyak lima eksemplar untuk disebarkan ke beberapa kota dan untuk dijadikan buku/rujukan. Karena itu ia disebut Mushaf Al-Imam
- Jika terjadi perselisihan di antara penulis tentang bacaan alquran, maka ia harus menulis dengan Bahasa Quraisy karena alquran diturudengan Bahasa Quraisy
Tim Penyalin Mushaf Masa Utsman Bin Affan
- Zaid Bin Tsabit
- Abdullah Bin Zubair
- Sa’id Ibn Ash
- Abdurahman Ibn Harits
sumber: catatan siska semester satu dengan dosen Bu Fitroh

haurusZliro Jim Vera Here
ReplyDeletetsengoemebu